Rencana Saya Di Tahun 2018

Tahun 2017 akan segera berlalu. Tahun baru 2018 kita songsong. Moment akhir tahun selalu menjadi moment yang tepat untuk mengevaluasi pencapaian dan merencanakan apa yang dilakukan tahun depan.

Semua orang ingin sukses. Namun tidak semua orang bersedia menjalankan habitnya orany-orang sukses. Salah satu habit yang biasa dijalankan orang-orang sukses adalah planning atau membuat rencana. Mereka yang sudah sukses, bukanlah orang-orang yanh hidupnya apa adanya “mengikuti aliran air. Sebaliknya mereka adalah orang-orang menciptakan “arus” kesuksesannya dengan cara membuat planning.

Berkaitan dengan planning atau rencana saya tahun 2018 ini, saya lebih suka membaginya menjadi beberapa aspek atau bidang, yaitu

1. Spiritual

Rencana yang bersifat spiritual berhubungan dengan segala hal tentang agama. Rencana spiritual ini sangat penting, khususnya sebagai seorang muslim, karena menjiwai aspek atau bidang yang lainnya.

Dalam praktekknya, rencana spiritual ini tentu goal akhirnya adalah bagaimana saya bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah Subhanahu Wataala. Untuk mewujudkan ini ada banyak rencana yang saya buat, namun tidak bisa saya sebutkan disini. Alasannya tentu saja bisa riya dengan resiko amalan sia-sia

Berkaitan dengan bisnis, aspek spiritual ini sungguh sangat penting. Sebagaimana yang sudah saya sebutkan, bahwa aspek spiritual ini menjadi jiwa bagi aspek-aspek kehidupan kita yang lain, termasuk bisnis. Jika Anda adalah penggemar, buku-buku bisnis, tentu Anda tidak asing lagi penulis buku yang bernama Simon Sinex. Beliau mengarang buku yang judulnyan Start With Why dan Find Your Why. Kedua buku itu menjelaskan pentingnya “why” dalam bisnis dan kehidupan. Artinya sebuah bisnis akan kokoh, joss, bisa tumbuh, sustainable, dan hebat jika pemiliknya mengetahui dan menjalankan “why”. Dan karena saya seorang muslim, maka “why” saya sudah jelas, yaitu beribadah. Beribadah adalah inti dari “why” semua aspek kehidupan kita, termasuk bisnis. Tentu beribadah dalam pengertian yang luas. Kapan -kapan saya akan menulis secara tersendiri tentanh “why” nya seorang muslim, berkaitan dengan bisnis

2. Relationship (hubungan)

Rationship adalah aspek kehidupan kita yang berhubungan dengan manusia. Relationship ini sangat penting sekali dan berkaitan langsung dengan kebahagian, dan juga pencapaian goal-goal lainnya dalam hidup. Anda bisa sesukses apapun Anda di aspek lain, jika hubungan Anda dengan keluarga jelek, apakah Anda bisa merasakan kesuksesan Anda dan merasa bahagia ? Tentu saja tidak bisa.

Aspek hubungan atau relationship ini meliputi semua manusia yang sudah kita kenal, maupun yang ingin kita kenal. Mulai dari keluarga, saudara, sahabat, rekan bisnis, guru, dan bahkan orang-orang yang ingin Anda kenal dan dekati dalam kehidupan. Tentu saja jenis hubungan yang Anda inginkan adalah hubungan yang baik, diridhoi Allah Subhanahu wataala dan sesuai dengan apa yang Anda inginkan dalam hidup ini.

Rencana saya yang berhubungan dengan relationship ini ada banyak, baik yang berhubungan dengan keluarga, silaturrahmi dg kerabat, networking, dan sebagainya. Dan tentu saja rinciannya tidak bisa saya sebutkan satu per satu disini. Alasannya… malu.. hmm

3. Business

Bisnis ini berkaitan dengan masalah finansial. Kalau Anda bukan pebisnis, berarti aspek ini berkaitan dengan bagaimana Anda mendapatkan income, apapun profesi Anda.

Model perencanaan bisnis atau finansial, saya rasa tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar. Karena ketika berbicara tentang planning, biasanya selalu dimaksudkan dengan planning finansial atau bisnis. Jadi semua sudah mafhum.

Saya pribadi sedang merencanakan banyak hal untuk aspek yang berkaitan dengan urusan ‘perut’ ini. Mulai dari membuat target omzet, target profit, menambah jumlah outlet, membuat bisnis baru, dan sebagainya

Dan tentu saja, saya tidak bisa menjelaskan satu per satu secara detail disini. Alasannya… karena artikel ini bukan business plan 😃

4. Health (kesehatan)

Wah… kalau bicara kesehatan, tentu masing-masing orang berbeda dalam hal apa yang sedang menjadi prioritasnya. Kalau saya saat ini terus terang memprioritaskan pada urusan berar badan. Saat ini berat badan saya kelebihan sekitar 5 kg menurut versi saya.

Untuk mengatasi berat badan ini saya mengikuti metode yang populer saat ini, yaitu tanpa atau sedikit makan nasi dan sebangsanya. Saya tidak berani mengklaim sedang menjalankan diet keto, karena kenyataannya saya tidak mampu 100 % mengikuti ketentuannya.

Planning lain yang berhubungan dengan kesehatan tentu saja olah raga. Secara frekuensi jadwal olah raga harus ditentukan dan harus komitmen untuk melakukannya.

5. Skill

Skill atau keahlian ini sangat penting. Semua aspek dalam kehidupan Anda yang sudah saya sebutkan di atas membutuhkan skill. Misalnya Anda ingin Ahli agama, maka penting mempelajari bahasa Arab. Jika Anda ingin sukses bisnis, Anda harus punya skill marketing. Jika Anda ingin disukai oleh banyak orang, Anda harus punya keahlian bergaul.

Sebuah hukum atau prinsip yang selalu saya ingat, yaitu the law of correspondency. Hukum ini mengatakan, bahwa hasil yang Anda terima sesuai dengan kualitas diri Anda. Apa yang tanpak di luar, itu cerminan dari apa yang ada di dalam. Jika Anda ingin hasil yang lebih baik, maka perbaiki diri Anda.

6. Time

Saya memasukkan masalah management waktu ini dalam aspek kehidupan yang harus saya rencanakan karena hebatnya godaan masalah waktu di masa kini.

Kalau Anda menengok data tahun 2017, Anda akan lihat bahwa rata-rata pengguna internet di Indonesia aktif di media sosial itu sudah mencapai lebih dari 3 jam per hari. Anda mungkin pernah mengalami sendiri, begitu asyiknya Anda membuka facebook dan scrolling berbagai macam informasi dan tidak terasa sudah waktu berjalan begitu cepatnya. Apa yang Anda dapat dari berjam-jam memelototi akun medsos Anda ? Sedikit manfaatnya, jika dikaitkan dengan planning sukses Anda

Orang-orang yang sukses adalah mereka yang benar-benar bisa memanfaatkan waktu. Karena itu manajemen waktu yang baik harus menjadi salah satu prioritas utama dalam perencanaan tahunan.

Berhubungan dengan manajemen waktu ini, saya merencanakan beberapa hal, misalnya mengurangi aktif di medsos kecuali untuk yang bermanfaat, menyeriakan ratusan buku dan ribuan artikel di handphone sehingga saya bisa baca setiap ada waktu luang, membuat rencana harian, dan sebagainya.

….

Anda bisa menambah sendiri aspek atau bidang apa di dalam kehidupan Anda yang perlu menjadi perhatian serius, sehingga perlu dibuat goal tersendiri. Masing-masing orang tentu berbeda-beda berkaitan dengan apa yang menjadi fokus perhatiannya dalam periode tertentu.

 

#FreeWriting12

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top