Menulis Satu Artikel Per Hari

Sudah hampir 3 minggu ini saya mewajibkan diri saya untuk menulis satu artikel per hari. Saya menulis artikel di blog ini. Target satu artikel per hari adalah wajib dan tidak bisa ditawar lagi. Jika saya melewatkan satu hari tanpa menulis artikel, maka saya harus menggantinya di hari yang lain.

Seperti yang terjadi saat ini. Kemaren saya tidak menulis artikel yang terposting di blog ini. Sebenarnya sempat menulis sih… hanya saja belum rampung, sehingga tidak bisa saya posting. Kemaren saya sempat menulis artikel, hanya saja tidak sampai selesai. Maklum badan capek semua, sehingga tidak bisa konsentrasi. Bagaimana tidak, saya menulis artikel tersebut di atas kendaraan dari bandara menuju ke rumah. Akhirnya artikel hanya selesai separo. Hari ini saya akan selesaikan artikel tersebut dan saya posting setelah artikel ini

Perlu Anda ketahui, bahwa saya menulis sebagian besar artikel di blog ini via handphone. Karena ternyata menggunakan handphone bagi saya lebih nyaman. Saya bisa menulis artikel dengan leluasa dan bisa dimana saja. Banyak artikel di blog ini yang saya tulis di perjalanan. Bahkan, kalau boleh jujur, ada artikel yang saya tulis di kamar mandi…. ssssttt

Teknik yang saya gunakan dalam menulis artikel adalah free writing, yaitu menulis secara mengalir. Apa yang ada dipikiran langsung dituangkan dalam tulisan. Saya tidak mempedulikan tata bahasa. Target saya adalah orang yang membaca artikel saya ini paham. Semoga saja target saya ini terpenuhi.

Karena teknik menulisnya adalah dengan menggunakan free writing, maka tulisan-tulisan di blog ini tergolong ringan. Bahkan boleh jadi kurang berbobot. Saya tidak mempedulikan hal itu. Karena tujuan saya sebenarnya bukan ingin mendapatkan penilaian dari siapapun. Tujuan saya hanya ingin menulis. Jika tulisan saya bermanfaat, wah itu patut disyukuri.

Satu manfaat menulis yang saya rasakan setelah menjalankannya selama tiga minggu ini antara lain menjadi lebih bahagia. Ketika sebuah artikel selesai, hati saya cukup bahagia. Bagaimana tidak, sesuatu yang sebelumnya hanya ada di angan-angan, tiba-bisa keluar dalam bentuk tulisan. Ini membikin hati dan pikiran saya jadi ‘plong’, bahagia. Karena itu, saya memaklumi jika ada orang yang menjadikan aktifitas menulis sebagai sarana therapy. Karena kenyataannya, menulis itu ternyata membuat bahagia.

Bagaimana dengan Anda? Ayo mulai menulis bersama saya….

#FreeWriting20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top