Bisnis Nomor Satu, Keluarga Nomor Dua

Saya pernah baca buku, yang isinya adalah bahwa bisnis itu nomor satu. Sementara keluarga adalah nomor dua. Pernyataan ini terkesan bahwa penulis buku itu mengabaikan keluarga dan hanya mememntingkan bisnisnya. Seolah ia menganggap bahwa bisnis bisa mengalahkan kepentingan keluarga.

Setelah saya baca ternyata sang penulis memiliki maksud lain. Benar bahwa ia mengatakan bisnis nomor satu dan keluarga nomor dua. Namun pernyataan itu dimaknai olehnya bahwa sebenarnya kita dalam mengelolanbisnis itu harusnya dengan semangat dan pantanh menyerah. Swhingga bisnis yang kira miliki bisa berkembang dan terus tumbuh. Dengan harapan bahwa jika bisnisnya bisa berjalan dengan baik yang bersangkutan bisa membahagiakan keluarganya dengan baik. Sebaliknya, jika bisnisnya tidak jalan dan bahkan rugi, maka kebahagiaan keluarga akan bisa menjadi korban

Dengan demikian saya menjadi memahami, bahwa yang dimaksud penulis bahwa bisnis nomor satu, keluarga nomor dua bukan dalam arti untuk mengabaikan keluarga dna mendewakan bisnis. Justru sebenarnya maksudnya adalah ingin memuliakan dan membahagiakan keluarga dengan bisnisnya.

Fakta yang ada di masyarakat sekarang ini justru banyak lho mereka yang terperdaya dengan bisnisnya. Banyak diantara yang bisnisnya sudah sukses dan bergelimang harta, justru keluarta terbengkalai. Ini sungguh ironis. Menjadikan harta dan bisnis mengalahkan kepentingan keluarga. Yang seperti inilah yang terjadi. Kalau yang begini ini, ya jelas secara nyata keluarga dinomor duakan, dan bisnis dinomor satukan dalam arti yang sebenarnya. Berbed dengan yang dimaksud oleh penulis di atas

Kita semua tentu berharap, menjadi manusia mulia, kaya, sukses dan memiliki bisnis yang terus tumbuh. Dan yang paling penting, semua itu ditopang oleh keluarga yang bahagia…. amiin

 

#FreeWriting4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top