Memilih Acara Televisi Untuk Kesuksesan Finansial Anda
Televisi hingga saat ini masih menjadi media informasi favorit. Walaupun internet datang, namun penetrasinya belumlah bisa menggantikan peran televisi. Acara-acara televisi berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Jumlah stasiun televisi juga bertambah setiap tahun. Bahkan saat ini hampir setiap propinsi memiliki stasiun televisi lokal.
Televisi juga seolah menjadi salah satu barang yang wajib ada di setiap rumah. Bahkan, televisi bisa menjadi barang kebanggaan sebagai barang mewah manakala seseorang memiliki televisi keluaran terbaru yang canggih, besar, dan mahal.
Masalahnya, jika melihat acara-acara yang ada di televisi, tidak semua acara membuat Anda menjadi lebih baik. Banyak acara yang tidak layak untuk ditonton, karena tidak ada manfaatnya dan hanya membuang waktu Anda. Banyak juga acara televisi yang cukup berbahaya bagi kesuksesan financial Anda di masa yang akan datang.
Memilih acara televise yang bermanfaat adalah langkah bijak jika Anda benar-benar ingin sukses secara financial. Karena itulah, saya setuju dengan beberapa motivator sukses yang melarang kita untuk menonton TV, bahkan membaca Koran (wah… saya masih berlangganan 3 koran, tapi baca yang perlu saja).
Nah, saudara… Acara apa saja yang berbahaya bagi masa depan financial dan mengapa hal itu bisa terjadi ? Berikut penjelasannya
1. Berita-berita Kriminal
Beberapa tahun yang lalu pasca reformasi stasiun TV mulai menayangkan acara baru : berita kriminal. Dan ternyata acara ini sangat digemari oleh banyak kalangan. Sehingga hampir setiap TV memiliki acara ini saat ini. Karena acara yang banyak digemari ini tentu bisa mendatangkan banyak iklan yang merupakan sumber penghasilan Stasiun TV itu.
Anda suka nonton berita kriminal dan bahkan menjadi kebiasaan sehari-hari ? Wah… kalau begitu hati-hati. Jika benar Anda suka melihat acara criminal, manfaat apa saja yang sudah Anda dapatkan ? Perkiraan saya, manfaat yang akan Anda sebutkan adalah : lebih hati-hati karena diluar banyak orang jahat dan kini Anda sudah mengetahui modus kejahatannya.
Namun, apakah manfaat itu sepadan dengan dampak negatifnya ? Tentu tidak !!!!
Kebiasaan melihat berita kriminal akan membentuk keyakinan-keyakinan baru Anda tentang kehidupan ini. Ingat, informasi yang masuk ke otak Anda secara terus-menerus, akan menjadi keyakinan baru otak bawah sadar Anda. Dan keyakinan baru itu akan menjadi pedoman Anda dalam melangkah, termasuk dalam membangun kesuksesan financial.
Kebiasaan nonton berita kriminal akan membentuk keyakinan-keyakinan seperti ini :
- Dunia penuh dengan kejahatan
- Untuk mencapai sukses financial (kaya) banyak orang menggunakan cara yang jahat
- Saya harus hati-hati dalam setiap langkah dalam hidup ini
- Tidak ada manusia di dunia ini yang bisa dipercaya
- Orang kaya menjadi incaran para penjahat
- Saya takut menjadi kaya, karena akan selalu menarik orang untuk berbuat jahat kepada saya
- Kekayaan mendatangkan bencana
- Orang kaya hidupnya tidak tenang
- Dan lain-lain
Dan apa yang terjadi jika Anda memiliki keyakinan seperti itu ? Anda akan merasa was-was setiap saat, Anda takut keluar rumah, Anda tidak bisa percaya kepada siapapun, semangat Anda drop, dll. Yang pasti Anda akan sulit sukses secara financial. Anda mungkin ingin menjadi kaya, tapi keinginan Anda itu dikalahkan oleh keyakinan-keyakinan Anda di atas. Lihatlah… keyakinan-keyakinan baru di atas berlawanan dengan keinginan Anda menjadi kaya, bukan ?
Jadi, hindari kebiasaan nonton berita kriminal. Beri otak Anda informasi-informasi yang baik, yang bisa membentuk keyakinan baru bahwa dunia ini indah, banyak orang baik, kaya itu baik, kaya itu bisa membahagiakan diri dan orang lain.
Apa isi sebagian sinetron di TV Indonesia saat ini ? Antara lain : percintaan, perceraian, pertikaian, kemewahan, pembunuhan, kekerasan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, tapi itulah sebagian besar isi sinetron kita.
Saudara… informasi yang masuk ke otak yang disertai dengan emosi yang kuat, sangat mudah Anda ingat dan bahkan bisa membuat Anda sedih, gembira ataupun perasaan yang lain. Karena itulah, kalau Anda nonton film atau sinetron, suatu saat bisa sedih (nangis), bahagia, semangat, geregetan, dll. Anda terbawa oleh isi cerita sinetron atau film itu.
Sebagaimana berita kriminal, sinetron atau film juga memberikan dampak membentuk keyakinan baru Anda, antara lain :
- Keyakinan financial Anda dipengaruhi oleh isi dari film/sinetron. Beruntung jika isinya bagus
- Sinetron yang mempertontonkan kemewahan, tanpa memperlihatkan proses mencari kemewahan itu (kerja/bisnis) akan membentuk keyakinan baru Anda tentang gaya hidup. Dan gaya hidup itu adalah gaya hidup mewah dan boros
- Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang dipertontonkan di sinetron / film memberikan informasi baru dan keyakinan baru bahwa begitulah seharusnya hidup. Padahal belum tentu benar
3. Acara-Acara “Kekerasan”
Menonton acara-acara yang terdapat unsur kekerasan, baik fisik atau mental, harus Anda hindari. Kekerasan bisa berupa fisik seperti memukul, menampar, berkelahi dll. Kekerasan bisa juga berupa kekerasan mental seperti mengumpat, membentak, kata-kata yang kotor, dll. Menonton acara-acara kekerasan semacam ini juga bisa membentuk keyakinan baru yang berbahaya bagi kesuksesan financial Anda. Keyakinan-keyakinan baru yang terbentuk misalnya :
- Untuk memecahkan masalah, harus mengalahkan orang lain
- Untuk menjadi kaya, harus mematikan yang lain
- Untuk sukses harus ada yang kalah dan ada yang menang. Padahal kesuksesan itu win-win solution
- Orang kaya adalah licik
- Orang kaya itu jahat
- Dll
Keyakinan-keyakinan di atas bertentangan dengan prinsip kesuksesan financial. Dan jika Anda ingin kaya, tentu tidak boleh memiliki keyakinan yang berlawanan dengan keinginan Anda.
4. Cerita Hantu
Sejak beberapa tahun yang lalu, acara tv dan film banyak Mengisahkan tentang hantu. Sekarang Anda sudah paham bukan dengan jenis-jenis hantu Indonesia (pocong, kuntilanak, Kuntilanak bercucu, jeruk purut asam, tuyul, genderuwo, hantu jembatan suramadu, dll). Jadi, manfaat menonton acara seperti ini adalah Anda lebih pintar tentang jenis-jenis hantu Indonesia. Oh iya… Zombie sama drakula kok gak ada yang di Indonesia… ada yang tahu kenapa?
Dampak negative menonton acara ini antara lain :
- Anda pasti takut di bagian rumah Anda yang agak remang-remang (dan kebetulan itu adalah kamar Anda saat ini. Hiiiiiii ….)
- Kemanapaun Anda pergi, “factor hantu” menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
- Produktivitas Anda turun, karena kemanapun Anda pergi “hantu” membayangi Anda
- Setiap pembicaraan tentang hantu oleh orang lain akan mempengaruhi keputusan Anda dalam beraktivitas, bahkan bisnis. Banyak orang yang menjual rumahnya karena ada cerita konyol tentang hantu yang tidak pernah bisa ia buktikan sendiri, kecuali cerita tetangganya.
Saya memiliki beberapa karyawan yang suka menonton acara “hantu”. Apa akibatnya ? Setiap ia masuk ke rumah, kantor, atau gudang saya ia selalu menemukan hantu dengan berbagai jenis. Ada yang berupa suara, tangan, kuntilanak, dll. Semoga kapan-kapan menemukan hantu berbetuk cewek cuantik… (takut apa enggak ya ??). Ya.. begitulah… orang akan mendapatkan apa yang dia “fokuskan”. Suara tikuspun disebut hantu.
Saudara, itulah dampak jika kita menyaksikan acara-acara yang tidak bermanfaat, bahkan merugikan. Belum lagi kerugian waktu yang harus Anda tanggung. Bayangkan, jika Anda nonton acara TV yang tidak berguna 2 jam sehari, sebulan 60 jam, setahun 720 jam. Setahun 720 jam berarti sama dengan 30 hari. Wow, dalam setahun 30 hari untuk nonton TV ??? Bayangkan jika 30 hari itu Anda gunakan untuk membaca buku.
Memilih acara TV adalah langkah bijaksana Anda dalam meraih kesuksesan financial. Beri informasi yang baik bagi otak Anda. Dan pasti otak Anda juga menghasilkan hal-hal yang baik bagi kesuksean financial Anda.
Bagaimana menurut Anda ?
Posted in Kecerdasan Finansial, Rahasia Kesuksesan, Relax

Halo, saya AL ARIF, owner dan penulis semua artikel di blog ini. Anda diperbolehkan menyebarkan artikel ini, copy paste, memuat ulang di blog / web, dengan syarat mencantumkan link sumber referensi Anda dari blog saya ini



