4 Cara Memilih Bisnis Yang Sesuai Dengan Tujuan Hidup Anda

4 Cara Memilih Bisnis Yang Sesuai Dengan Tujuan Hidup Anda

Feb 11


 

Keinginan memulai bisnis begitu menggelora di dada. Peluang usaha di depan mata begitu banyaknya. Apalagi kalau kita langganan majalah bisnis, tabloid bisnis, atau koran bisnis yang banyak menawarkan peluang usaha. Kita dibuat bingung, mau memilih bisnis yang mana. Kebingungan memilih bisnis / usaha menjadikan kita malah tidak segera memulai usaha yang kita idamkan

 

Bagaimana cara memilih usaha atau bisnis yang cocok dengan tujuan hidup  ? Sehingga saat Anda dihadapkan pada sekian banyak peluang, Anda bisa memilih bisnis yang cocok dengan tujuan hidup Anda. Anda tidak akan lagi bingung, apalagi tidak jadi memulai.

 

Berikut penjelasannya

 

Di  rumah, saya cukup banyak langganan majalah, tabloid dan koran bisnis. Banyak sekali tawaran-tawaran peluang usaha di media tersebut. Dulu, saat saya belum memiliki pedoman ini, saya juga bingung dengan tawaran-tawaran itu. Semua kelihatannya menarik dan menjanjikan. Apalagi melihat tawaran-tawaran franchise, yang biasanya menyodorkan analisa usaha dengan menunjukkan profit yang menarik.

 

Sekarang dengan pedoman di bawah ini, saya bisa langsung menetapkan apakah peluang usaha tersebut cocok untuk saya ambil atau tidak.

 

Inilah pedoman yang saya gunakan yang mungkin berguna bagi Anda :

 

  1. Tetapkan tujuan financial Anda terlebih dahulu

 

Dalam mencapai kesuksesan di bidang apapun, menetapkan tujuan menjadi langkah pertama yang harus Anda lakukan. Tetapkanlah tujuan financial Anda terlebih dahulu. Tujuan financial maksudnya adalah hasil kekayaan seperti apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.

 

Tujuan financial hendaknya Anda tulis, jangan hanya ada di angan-angan. Menulis tujuan financial akan lebih memudahkan Anda mengingat setiap saat. Dan jika Anda bisa mengingat setiap saat tujuan financial Anda, maka semangat dan tindakan Anda akan lebih mengarah ke tujuan tadi.

 

Contoh tujuan financial : “saya ingin mendapatkan penghasilan pasif dalam 10 tahun ke depan sebesar Rp 1 milyar per bulan, tanpa saya harus bekerja keras”

 


Tujuan financial, pasti akan menyesuaikan dengan tujuan hidup Anda. Sebagai contoh, saat Anda ingin membantu 1000 fakir miskin 10 tahu mendatang, maka Anda sudah memiliki bayangan berapa penghasilan yang ingin Anda capai

 

  1. Pilih bisnis yang sesuai dengan tujuan financial

 

Nah, sekarang langkah kedua. Setelah Anda menetapkan tujuan financial, Anda bisa memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan financial tadi. Saat Anda saat ini mengetahui ada 10 tawaran peluang usaha, Anda bisa menetapkan mana usaha yang sesuai dengan tujuan financial tersebut.

 

Kalau mengacu contoh tujuan financial di atas, Mana diantara 10 peluang usaha tadi yang dalam waktu 10 tahun bisa menghasilkan Rp 10 milyar per bulan, tanpa kerja keras. Pasti tidak semuanya bukan ?

 

Jika sebuah usaha tidak bisa membantu kita mencapai tujuan financial, kenapa harus dilakukan ? Sifat serakah manusia kadang menjadikannya selalu menerima tawaran peluang usaha yang datang. Sehingga kadang ia melupakan hakikat tujuan financial yang sudah ia tetapkan. Bisnis yang tidak bisa membantu Anda mencapai tujuan financial Anda, hanya akan menghabiskan waktu, energi dan pasti uang Anda. Karena itu, Katakan tidak pada bisnis yang tidak sesuai dengan tujuan financial Anda

 

 

  1. Pilih bisnis yang Anda Semangat melakukannya

 

Saat Ada telah memilih bisnis atau usaha yang sesuai dengan tujuan financial, pertanyaannya adalah, apakah Anda semangat menjalankan bisnis tersebut ? Bisnis yang bisa mendatangkan profit melimpah, tapi Anda tidak semangat melakukannya, biasanya bisnis tersebut tidak bisa bertahan lama. Kesuksesan hanya bertahan pada mereka yang memiliki semangat untuk menjalankannya.

 

Bagaimana cara membangkitkan semangat bekerja pada bisnis yang tidak kita sukai, tapi bisnis tersebut menghasilkan profit besar ? Cara yang biasa saya lakukan adalah mengaitkan bisnis tersebut dengan cita-cita mulia saya. Saya meyakinkan diri saya bahwa saya harus menyukai bisnis ini dan bersemangat menjalankannya, karena profit dari bisnis ini besar dan bisa mendukung cita-cita mulia saya. Cita-cita mulia misalnya : membantu fakir miskin, anak yatim, menciptaka lapangan kerja, dll. Dengan begitu, saya menjadi bersemangat.

 

  1. Segera lakukan, jangan menunggu

 

Anda telah memiliki tujuan financial, sudah memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan tersebut, dan Anda semangat menjalankannya. Langkah terakhir lakukan saja. Segera mulai bisnis Anda. Cara cara agar Anda mudah memulainya. Belajar dari mereka yang sudah sukses. Cari referensi-referensi dari berbagai sumber yang mempercepat kesuksesan Anda.

 

Jangan menunda untuk memulai usaha yang Anda idamkan. Tidak perlu menunggu semua persiapan sempurna. Karena kesempurnaan tidak akan pernah datang. Segera lakukan saja, dan terus belajar. Kesuksesan tidak akan pernah datang tanpa Anda memulainya.

 

Itulah 4 cara untuk memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan hidup Anda. Dengan pedoman di atas, kini kebingungan dalam memililih bisnis bisa Anda hilangkan

 

Bagaimana menurut Anda ?

No related posts.

13 comments

  1. ai

    cara pertama mungkin benar, tapi cara kedua kok kayaknya kurang pas y. Kan mulai usaha itu juga harus punya modal yang sesuai dengan usaha yang diinginkan. itu deh kayaknya yang bikin orang susah untuk mulai usaha.

  2. alarif

    Benar pak/ibu Ai. Dengan modal besar, menjadikan kita memiliki banyak pilihan. dan untuk modal sebenarnya relatif. Banyak orang usaha tanpa atau sedikit modal. Atau dengan modal orang lain. Jadi modal bukan hal paling pokok bagi kesuksesan finansial seseorang.

    Kalau modal kecil, bukan berarti tidak ada pilihan untuk memulai bisnis. Tetap saja ada banyak pilihan. Masalahnya, kebanyakan orang selalu memilih usaha yang harus dengan modal besar. Sehingga menutup peluang-peluang usaha tanpa modal atau sedikit modal

    nah, untuk no 2, Menentukan pilihan dari sekian banyak usaha yang ada di depan mata menurut saya sangat penting. Soalnya setiap hari kita dibombardir aneka peluang usaha dari berbagai media massa dan internet. Kalau kita tidak memilih peluang mana yang cocok, itu bisa mengantarkan kita pada tujuan lain, di luar tujuan finansial semula.

    Thanks

  3. Sutrisno

    Pak,

    Saya kok malah bingung mau usaha apa.
    Dari dulu kepingin usaha, tapi semangatnya semangat krupuk.
    Lama2 hilang sendiri.

    Gimana Pak, supaya semangatnya nggak semangat krupuk.

    Sebelumnya terima kasih.

    Sutrisno Batam

  4. aca sujana

    ass. pak arief, salam kenal. saya sedang bingung menetukan jenis usaha yang akan saya lakukan. saya punya beberapa rencana bisnis diantaranya usaha telur asin, jualan kelinci di komplek perumahan, jualan sate kelinci dan aneka cobek ikan. Yang jadi permasalahan, saya ingin menyewa rumah di kompek perumahan yang kira2 7jt /tahun. Rumah tersebut selain akan dijadikan tempat tinggal sekaligus menjadi tempat usaha saya. Tapi saya tidak punya modal yang banyak hanya cukup untuk sewa rumah dan uang tabungan 3 jt-an. Pertanyaan : 1) Apakah dengan menyewa rumah itu saya bisa menjalankan rencana usaha tersebut sedangkan tabungan hanya 3jt? Apakah rencana saya tidak muluk2? mohon jawabannya bisa ke e-mail saya

  5. aji

    memang syarat2 yang diuraikan tersebut sya sangat berterima kasih,…
    tapi sy bingung dengan modal yang pas-pasn kira2 usaha apa y yang pantas dan maju kedepannya…
    soalnya setiap sy ada rencana buka usaha pasti ada orang yang sudah duluan…
    tolog gimana y agar sy tetap semngt dan cara memilihh usaha yang berbeda dengan yang lain…

  6. hardoyo

    dik Aca Sujana, menurut saya orang jualan sate itu tidak mesti harus sewa rumah dulu.Bisa saja dengan gerobak roda dan keliling disitu sambil membaca pangsa pasar dilokasi situ apakah punya nilai prospek yang baik, sambil ngumpulin tambah modal untuk cita-cita anda.Jika mereka sudah kenal produk anda dan respon bagus, anda bisa pilih lokasi mangkal yang cukup strategis dan mudah dijangkau oleh pelanggan anda, dari gang ke gang lain pasti ada jumlah pelanggan yang lebih sering beli.Baru tentukan lokasi yang permanen.

  7. Irvan

    Banyak orang berkata tidak punya modal untuk memulai suatu bisnis. Padahal modal utama sudah ada pada diri kita sendiri. Pikiran, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh adalah termasuk modal. Bisnis adalah suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan dan atau keinginan orang lain. Dengan kata lain bisnis juga adalah untuk memecahkan masalah orang lain. Keahlian dalam identifikasi dan memecahkan masalah seyogyianya dimiliki oleh pelaku bisnis, termasuk masalah untuk memulai bisnis. Misal, kurang modal uang untuk memulai bisnis yang diinginkan. Kita harus mampu memecahkan masalah hambatan untuk memulai bisnis kita, sebelum kita melayani kebutuhan, keinginan dan masalah orang lain.

  8. Kenali diri terlebih dahulu yang pada akhirnya nanti akan memudahkan di dalam menyesuaiakan suatu bidang usaha yang sesuai dengan karakter sendiri sebagai alat ukur di dalam menyesuaiakan kemampuan dengan bidang usaha yang akan pilih nantinya. Salam sukses…

  9. ada yang kurang mas,yaitu dengan berdoa kepada Tuhan mas

Leave a Reply